Pintu gerbang kesuksesan hanya bisa dibuka oleh orang yang memegang kunci dan tahu cara membukanya. Betapa banyak orang yang melihat jalan kesuksesan terbentang dihadapannya, tetapi tidak mampu meraihnya.
Mereka tidak mampu meraih kesuksesan karena tidak tahu cara (atau bahkan tidak mau) membuka pintu kesuksesan padahal mereka telah memegang kuncinya.
Mereka tidak mampu meraih kesuksesan karena tidak tahu cara (atau bahkan tidak mau) membuka pintu kesuksesan padahal mereka telah memegang kuncinya.
Dan salah satu kunci untuk mencapai kesuksesan tersebut adalah ketelitian.
Sebagai ilustrasi, simak beberapa cerita tentang siswa yang tidak teliti dalam mengerjakan soal ujian.
Seorang siswa bercerita setelah mengerjakan soal-soal Ujian. Kalau cerita yang disampaikan tentang ketidakbisaan mengerjakan nomer tertentu itu sudah biasa, tapi akan menjadi tidak biasa apabila bisa mengerjakan dan sudah ketemu hasilnya tetapi tinggal memberi tanda silang atau menghitamkan pilihan gandanya malah salah pilih.
Cerita kedua tentang kekecewaan siswa yang hanya karena terburu-buru mengerjakan soal matematika "– 5 + 10" jawabannya "–5", padahal yang benar adalah 5.
Dari dua cerita diatas, hal yang kurang mendapat perhatian dari siswa dalam ujian tersebut adalah ketelitian. Padahal ketelitian adalah salah satu cara dan kunci meraih kesuksesan yang terbentang di depan mata.
Siswa yang sudah belajar, pintar, cerdas dan melakukan persiapan, tetapi karena kurang teliti, maka kesuksesan yang sudah di hadapan mata dan tinggal menggapainya akan hilang.
Ada beberapa faktor ketidaktelitian adalah antara lain :
1. Ketidaksiapan mental
Yakin dan percaya diri merupakan modal dasar menghadapi sesuatu. Agar tumbuh keyakinan dan kepercayaaan diri, lakukan persiapan yang terencana dan matang. Persiapan dalan jangka waktu lama akan mengurangi beban pikiran, sehingga menciptakan kondisi yang santai tapi terarah.
Siswa yang mempunyai persiapan matang, menjelang ujian adalah saat-saat santai menunggu ujian dimulai.
2. Tergesa-gesa
Kebiasaan buruk adalah menunda pekerjaan. Sering muncul pikiran bahwa waktu ujian masih lama. Barulah ketika waktu ujian mendesak, sibuk belajar. Apalagi jika ujian besok hari, malamnya baru belajar. Padahal materi yang harus dipelajari sangatlah banyak. Kebiasaan itu menjadikan siswa tergesa-gesa atau gugup dan berpengaruh terhadap konsentrasi.
3. Kondisi lingkungan saat ujian
Suasana sebelum ujian biasanya menegangkan. Banyak siswa berjejer dan terlihat membaca buku bahan ujian hari itu. Tidak semuanya sungguh-sungguh belajar, ada juga yang hanya ikut-ikutan karena terbawa suasana. Muncul rasa takut tidak dapat mengerjakan soal ujian. Suasana awal saja sudah membuat siswa grogi, apalagi saat ujian berlangsung.
Kondisi lain yang juga berpengaruh adalah ketika ada siswa yang sudah selesai kemudian keluar dari ruangan. Hal tersebut menyebabkan siswa lain yang belum selesai menjadi terpengaruh. Padahal belum tentu yang keluar duluan benar jawabannya.
4. Tidak teratur dalam menggunakan waktu
Dalam mengerjakan soal, waktu harus di menej dengan baik. Sebagai contoh ada 40 soal dengan waktu 120 menit maka satu soal mempunyai jatah 3 menit. Waktu yang 3 menit itu bisa saja hanya digunakan 10 detik pada soal yang mudah. Selebihnya bisa digunakan untuk menambah waktu untuk soal yang butuh pemikiran panjang. Maka tepat jika strateginya adalah mengerjakan mulai dari soal yang dianggap mudah. Jangan sampai terlalu lama di soal sulit dan melupakan soal yang mudah.
Ketelitaian adalah sesuatu yang dilaksanakan dengan hati-hati, seksama dan terukur. Menguasai konsep dan bisa mengerjakan soal belumlah cukup, harus berlatih untuk teliti. Dan ternyata teliti itu diperintahkan dalam Al-Quran. Sebagaimana firman Allah “ hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan sesuatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS Al Hujurat : 6).
Semoga artikel tentang Ketelitian Kunci Kesuksesan ini bisa menjadi bahan renungan untuk para guru dan siswa. Diharapkan para guru senantiasa mengingatkan kepada siswa untuk selalu teliti dalam mengerjakan soal dan hal-hal lainnya.
Sebagai ilustrasi, simak beberapa cerita tentang siswa yang tidak teliti dalam mengerjakan soal ujian.
Seorang siswa bercerita setelah mengerjakan soal-soal Ujian. Kalau cerita yang disampaikan tentang ketidakbisaan mengerjakan nomer tertentu itu sudah biasa, tapi akan menjadi tidak biasa apabila bisa mengerjakan dan sudah ketemu hasilnya tetapi tinggal memberi tanda silang atau menghitamkan pilihan gandanya malah salah pilih.
Cerita kedua tentang kekecewaan siswa yang hanya karena terburu-buru mengerjakan soal matematika "– 5 + 10" jawabannya "–5", padahal yang benar adalah 5.
Dari dua cerita diatas, hal yang kurang mendapat perhatian dari siswa dalam ujian tersebut adalah ketelitian. Padahal ketelitian adalah salah satu cara dan kunci meraih kesuksesan yang terbentang di depan mata.
Siswa yang sudah belajar, pintar, cerdas dan melakukan persiapan, tetapi karena kurang teliti, maka kesuksesan yang sudah di hadapan mata dan tinggal menggapainya akan hilang.
Ada beberapa faktor ketidaktelitian adalah antara lain :
1. Ketidaksiapan mental
Yakin dan percaya diri merupakan modal dasar menghadapi sesuatu. Agar tumbuh keyakinan dan kepercayaaan diri, lakukan persiapan yang terencana dan matang. Persiapan dalan jangka waktu lama akan mengurangi beban pikiran, sehingga menciptakan kondisi yang santai tapi terarah.
Siswa yang mempunyai persiapan matang, menjelang ujian adalah saat-saat santai menunggu ujian dimulai.
2. Tergesa-gesa
Kebiasaan buruk adalah menunda pekerjaan. Sering muncul pikiran bahwa waktu ujian masih lama. Barulah ketika waktu ujian mendesak, sibuk belajar. Apalagi jika ujian besok hari, malamnya baru belajar. Padahal materi yang harus dipelajari sangatlah banyak. Kebiasaan itu menjadikan siswa tergesa-gesa atau gugup dan berpengaruh terhadap konsentrasi.
3. Kondisi lingkungan saat ujian
Suasana sebelum ujian biasanya menegangkan. Banyak siswa berjejer dan terlihat membaca buku bahan ujian hari itu. Tidak semuanya sungguh-sungguh belajar, ada juga yang hanya ikut-ikutan karena terbawa suasana. Muncul rasa takut tidak dapat mengerjakan soal ujian. Suasana awal saja sudah membuat siswa grogi, apalagi saat ujian berlangsung.
Kondisi lain yang juga berpengaruh adalah ketika ada siswa yang sudah selesai kemudian keluar dari ruangan. Hal tersebut menyebabkan siswa lain yang belum selesai menjadi terpengaruh. Padahal belum tentu yang keluar duluan benar jawabannya.
4. Tidak teratur dalam menggunakan waktu
Dalam mengerjakan soal, waktu harus di menej dengan baik. Sebagai contoh ada 40 soal dengan waktu 120 menit maka satu soal mempunyai jatah 3 menit. Waktu yang 3 menit itu bisa saja hanya digunakan 10 detik pada soal yang mudah. Selebihnya bisa digunakan untuk menambah waktu untuk soal yang butuh pemikiran panjang. Maka tepat jika strateginya adalah mengerjakan mulai dari soal yang dianggap mudah. Jangan sampai terlalu lama di soal sulit dan melupakan soal yang mudah.
Ketelitaian adalah sesuatu yang dilaksanakan dengan hati-hati, seksama dan terukur. Menguasai konsep dan bisa mengerjakan soal belumlah cukup, harus berlatih untuk teliti. Dan ternyata teliti itu diperintahkan dalam Al-Quran. Sebagaimana firman Allah “ hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan sesuatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS Al Hujurat : 6).
Semoga artikel tentang Ketelitian Kunci Kesuksesan ini bisa menjadi bahan renungan untuk para guru dan siswa. Diharapkan para guru senantiasa mengingatkan kepada siswa untuk selalu teliti dalam mengerjakan soal dan hal-hal lainnya.
Sumber : http://pendidikan-full.blogspot.com

Post a Comment